Waktu-waktu shalat yang lebih utama

Waktu shalat adalah yang utama. Shalat adalah salah satu ibadah yang utama bagi umat islam. Setelah syahadat, Shalat adalah ibadah yang membedakan antara agama lain.

Waktu Shalat Subuh yang utama

Shalat subuh lebih utama dilaksanakan di akhir waktu, agar dapat melaksanakan shalat sunah fajar. Meskipun demikian, diusahakan agar shalat tersebut dilaksanakan tidak sampai melewati batas waktu yang telah ditentukan, yaitu ketika pagi mulai terang. Jadi, selama masih pagi buta hendaknya kita melaksanakan shalat sunah fajar terlebih dahulu, kemudian baru melaksanakan shalat Subuh. Akan tetapi, jika kita terlambat bangun atau bangun ketika waktu yang tersisa untuk melaksanakan shalat Subuh tinggal sedikit, maka lebih diprioritaskan untuk segera melaksanakannya.

Waktu Shalat Zuhur

Waktu pelaksanaan shalat Zuhur yang lebih utama disesuaikan dengan kondisi cuaca saat itu. Jika cuacanya dingin, lebih diutamakan untuk dilaksanakan di awal waktu. Sedang jika cuacanya panas, lelblih utama bila diundur pelaksanaannya di akhir waktunya atau menunggu agar tidak terlalu panas. Sebab cuaca yang amat panas akan membuat orang kehilangan kekhusukannya, kecuali bagi mereka yang memiliki fasilitas pendingin ruangan yang telah banyak kita temui di zaman sekarang ini. Mereka bisa melaksanakan shalat Zuhur kapan saja, tiada hambatan yang menggangu.

Waktu Shalat Asar

Waktu pelaksanaan shalat Asar lebih utama adalah di akhir waktu. Hal ini agar kita dapat melaksanakan shalat-shalat sunah sebelum shalat Asar lebih banyak, asal tidak sampai pada batas waktu yang dimakruhkan, yaitu ketika warna matahari telah menguning. Mengapa demikian? Sebab setelah kita melasanakan shalat Asar, kita tidak dapat lagi melaksanakan shalat sunah.

Waktu Shalat Maghrib

Untuk pelaksanaan shalat Maghrib sangat diutamakan di awal waktu, sebab waktu maghrib sangat sempit. Yaitu mulai munculnya syafaq hingga hilangnya dari ufuk barat saja. Hal ini terbukti ketika malaikat Jibril membimbing Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam untuk shalat dan mengajarkan waktu-waktunya, untuk memberitahukan waktu shalat maghrib ia datang pada waktu yang sama.

Waktu yang utama untuk shalat

Waktu Shalat Isya

Shalat isya lebih utama untuk dilaksanakan di akhir batas waktunya, yaitu sampai tengah malam, bagi mereka yang benar-benar yakin bisa melaksanakannya dengan baik. Akan tetapi ada yang mengatakan makruh, jika beranjak tidur sebelum melaksanakan shalat Isya. Jabir bin Samurah ra mengatakan :

أَخَّرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – صَلاَةَ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan shalat Isya’ hingga pertengahan malam.” (HR. Bukhari no. 572)

من نام قبل صلاة العشاء الاخرة فلا انام الله عينيه

Artinya : Barangsiapa tidur sebelum menunaikan shalat Isya’, semoga Allah tidak menidurkan matanya.” (HR. al-Bazzar dari Aisyah ra)

Jika shalat dilakukan tidak pada waktunya, bukan karena alasan syar’i, maka shalat tersebut dianggap tidak sah dan harus diulang ketika tiba waktunya. Pelakunya dianggap telah melakukan dosa. Alangkah lebih baik setiap muslim memerhatikan waktu shalat sehingga ia bisa melakukan shalat tersebut pada waktunya. Jangan sampai mendahului waktu shalat, atau sampai terlewatkan waktunya dikarenakan kesibukan duniawi yang melalaikan.

https://almanhaj.or.id/391-manakah-waktu-yang-paling-afdhal-untuk-melaksanakan-shalat.html

Lihat artikel saya untuk lebih banyak lagi di web saya

http://annisahamidah.web.id/ dan lihat juga https://annisahamidah.web.id/2019/07/29/kesalahan-kesalahan-yang-sering-terjadi-pada-shalat/

  • Leave a Reply